Harga Beton Pracetak – Dalam dunia konstruksi material pracetak atau precast merupakan bagian yang hampir sering digunakan, khususnya untuk konstruksi yang membutuhkan sustainablity yang berkepanjangan.

Beton pracetak yang menjadi salah satu produk beton yang banyak digunakan saat ini dengan semua tahap pembuatannya yang diaplikasikan oleh perusahan pembuat beton.

Harga Beton Pracetak

Daftar Harga Beton Pracetak

NO Beton Pracetak Jenis dan Ukuran HARGA /Pcs
1. U Ditch 140 x 140 x 120 IDR 3.870.000
2. Cover U Ditch 180 cm IDR 975.000
3. Barrier MCB 1200 x 800 x 1000 IDR 1.252.800
4. Box Culvert 150x150x100 IDR 6.550.000
5. Pipa Beton RCP ∅-600mm P: 1250 mm IDR 868.800
6. Kanstin Taman B4 IDR 50.000
7. Paving Block K400 – 6 cm IDR 125.000
8. Pagar Panel 240 x 40 x 5 cm IDR 150.000

Beton Pracetak Sebagai Bagian Penting dalam Konstruksi

Beton pracetak  kini telah menjadi salah satu bagian penting dari sebuah konstruksi. Kepraktisan dan kemudahan dalam pemasangan produk beton ini menjadi salah satu alasan kenapa produk ini selalu dibutuhkan.

Beton hasil pabrikan ini sering jadi alternatif dalam berbagai elemen konstruksi. Adanya produk ini juga sekaligus menjawab kebutuhan kontraktor akan bahan bangunan yang tersedia dengan mudah, harga hemat, dan mutu sesuai kebutuhan.

Elemen Penting dalam Beton Pracetak

Beton ini disebut juga dengan beton pracetak. Arti dari nama ini adalah bahwa beton dibuat dengan  cetakan khusus di pabrik pembuatan beton. Baik desain, ukuran, bentuk hingga mutu beton disesuaikan dengan pesanan maupun kebutuhan konstruksi. Jadi tidak mengherankan ketika beton ini memiliki harga yang beragam.

Salah satu elemen penting dalam produk beton ini adalah sambungan, disebut juga dengan istilah joint. Bagian ini fungsinya adalah sebagai penghubung antara elemen beton pracetak. Joint bisa menghubungkan antara bagian pracetak yang sama maupun yang berbeda.

Jenisnya sendiri ada 2. Yang pertama adalah sambungan basah atau wet joint.  Sementara yang kedua adalah sambungan kering atau dry joint.  Berikut ini adalah penjelasan singkatnya :

  • Wet joint : cara penyambungan pada elemen ini adalah dengan metode grouting atau sebuah metode pengecoran di tempat yang memakai material yang sama ataupun berbeda.
  • Dry joint : penyambungan ini dilakukan dengan baut ataupun paku keling. Bahkan bisa pula dengan las tergantung kebutuhan.

Perlu diketahui bahwa adanya sambungan ini juga akan mengakibatkan adanya perubahan kekuatan. Hasilnya adalah akan ada pengaruh pada sistem perilaku struktur praetak khususnya adalah dalam merespon gaya statis.

Perbedaan Beton Pracetak dengan Sistem Konvensional

Beton pracetak sering pula disebuat denganistilah pracetak concrete.  Adanya beton ini menjadi solusi terhadap pengadaan bahan bangunan berupa beton yang praktis dan bisa dipesan dalam jumlah yang besar.

Dalam pembuatannya digunakan percetakan komponen secara mekanisasi. Semua proses dilakukan dalam pabrik maupun tempat kerja mulai dari waktu pengerasan hingga pematangan beton sebelum siap dipasang.

Sedangkan beton konvensional memakai bahan tradisional berupa kayu ataupun triplek untuk membuat betntk beton khusus. Formwork ini disebut juga dengan perancah. Perbedaan selanjutnya adalah sistem pengecoran konvensional dilakukan di tempat konstruksi berlangsung.

Untuk mempertimbangkan penggunaan produk ini, harga beton pracetak tentunya sangat menentukan dalam perencanaan pengembangan bagi para kontraktor

Tahap Pembuatan Beton Beton Pracetak

Pengecoran dalam cetakan dilakukan di satu tempat saja sehingga ada pengawasan mutu secara optimal. Barulah ketika beton sudah matang, maka dikirimkan ke lokasi konstruksi dan di pasang untuk struktur yang diinginkan.

Proses di atas disebut juga dengan fabrikasi. Untuk satu kali cetakan, maka dibuat untuk beberapa item dalam jumlah tertentu. Jadi, cetakan bisa dipakai berulang kali. Bentuk tipikal ini merupakan bentuk yang repetitif yang biasa dipesan dalam jumlah yang besar.

Tahap pembuatan beton pracetak ini dibagi menjadi beberapa tahapan. Sebagai gambaran singkat, inilah tahapan yang dilakukan oleh pabrik untuk menghasilkan beton pracetak yang terbaik sesuai dengan permintaan :

  • Tahapan desain : dalam menentukan desain, maka harus memenuhi syarat struktur dan kekakuan.
  • Tahap produksi : meliputi langkah persiapan, pabrikasi tulangan dan cetakan, langkah penakaran pembuat beton, penuangan cor, pemadatan dan finishing serta curing
  • Tahap paska produksi : meliputi handling, penyimpanan, penumpukan, dan pengiriman hingga sampai ke lapangan.

Semua tahapan di atas diperlukan mulai dari pembuatan beton pracetak hingga produk sipa diaplikasikan di situs konstruksi.